Ketua koperasi Pemegang SPK Pemuatan CPO PT Palma Di Buol Klarifikasi Pembayaran Retribusi Kepelabuhanan

- 16 Mei 2024, 14:15 WIB
Marzuki, Ketua Koperasi Pemegang SPK Pemuatan CPO PT Palma Lestari Jaya,
Marzuki, Ketua Koperasi Pemegang SPK Pemuatan CPO PT Palma Lestari Jaya, /

BUTOLPOST, Polemik seputar masalah pembayaran retribusi kepelabuhanan terkait pengapalan CPO PT Palma Lestari Jaya terus bergulir.

Sebagaimana pemberitaan sejumlah media online bahwa selama melakukan kegiatan pengapalan CPO nya, pihak PT Palma Lestari Jaya tidak pernah menyetor pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan ke Pemda Buol berdasarkan Perda 06 Tahun 2013 tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan.

Menanggapi informasi yang dilansir sejumlah media online, Ketua Koperasi Pemegang SPK Pemuatan CPO PT Palma Lestari Jaya Marzuki mengatakan, adanya tudingan bahwa pihak PT Palma selama ini tidak membayar retribusi kepelabuhanan ke Pemda Buol itu sangat tidak mendasar.

" Sesuai ketentuan pada dasarnya pihak PT Palma secara resmi tetap menyetor pembayaran restribusi Kepelabuhan terkait pengapalan CPO. Tapi penyetoranya itu tidak melalui Pemda Buol, tapi disetor langsung oleh Kantor Pusat PT Palma melalui Kementerian Perhubungan pusat di Jakarta" jelas Marzuki kepada media ini sebagai upaya klarifikasi atas informasi yang berkembang.

Alasan mendasar hingga pihak PT Palma menyetor langsung retribusi itu ke Kementerian Perhubungan lanjut Marzuki, karena selama 4 kali melakukan pengapalan CPO pihak PT Palma menggunakan jasa pelabuhan Nasional UPP kls III Leok yang keberadaannya dibawah koordinasi pengawasan Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Pusat, tandas Marzuki.

Sementara terkait keberadaan pelabuhan milik Pemda Buol yang di Kumaligon Kecambatan Biau, menurut Marzuki, bahwa terkait pengapalan CPO, diakui pihaknya selama ini memang tidak menggunakan pelabuhan tersebut. Itu terjadi, karena beberapa pertimbangan tehnis.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan sebelumnya, bahwa keberadaan pelabuhan milik Pemda Buol di Kumaligon dinilai kurang layak digunakan karena kafasitas kapal yang memuat CPO itu tonasenya sekitar 6000 ton. Kalau PT Palma misalnya menggunakan pelabuhan Kumaligon sudah dapat dipastikan bisa terjebak manakala air laut di sekitarnya surut. Menyusul disekitar pelabuhan itu juga terdapat sejumlah bangunan bagan

"Jadi, itu salah satu pertimbanganya sehingga Palma selama tidak menggunakan pelabuhan Kumaligon" papar Marzuki.

Sementara adanya rekaman beredar tentang penjelasan Pj. Bupati Buol Drs Muchlis MM yang menyatakan bahwa selama 10 kali pemuatan CPO PT Palma Lestari Jaya tidak pernah menyetor restribusi kepada Pemda Buol. Bahkan sudah beberapa kali kata Pj Bupati, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikanya, tapi pihak PT Palma melakukan penghindaran atas kewajibanya itu.

Halaman:

Editor: Sulaeman dj Latantu


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah